SAHAM ELSA MASUK KE RADAR KAESANG DIPERKIRAKAN MENGUAT JANGKA PENDEK SAMPAI MENENGAH

Sebelumnya sudah beberapa saham perusahaan produsen yang masuk ke dalam radar dari anak Presiden RI, Kaesang. Sekarang ini saham dari PT Elnusa Tbk atau ELSA yang mulai masuk ke dalam radar Kaesang, saat sebelumnya itu  perusahaan produsen nikel dan emas, PT Aneka Tambang Tbk yang sudah masuk ke dalam radarny a terlebih dahulu. ELSA ini menjadi satu – satunya perusahaan di Indonesia yang unggul dalam bidang jasa minyak serta gas bumi. ELSA ini memiliki jas minyak dan gas bumi yang memiliki strategi aliansi global untuk perusahaan minyak dan gas dengan kelas dunia.

ELSA yang dibangun pada tanggal 25 Januari 1969 ini pada awalnya bergerak pada kegiatan usaha komesial di tahu  1969. Lalu proyeksi saham emitem minyak serta gas bumi yang dapat terbang Rp 550 ini, sudah diperkenalkan analisanya oleh Kaesang. Tidak hanya itu terdapat analisis yang dikeluarka oleh PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Alatas yang berbicara, bahwa saham dari ELSA ini memiliki potensi yang dapat menguat pada jangka pendek sampai dengan menengah.

Karena harga dari minyak ini sendiri ini memberikan pandanga yang positif terhadap emiten. “Lebih dikarenakan kenaikan harga minyak menjadi sentimen positif kenaikan harga ELSA. Potensi penguatan jangka pendek hingga menengah bisa terjadi,” ucap Sukarno. Terdapat perkiraan yang dikeluarkan oleh Sukarno bahwa sahamnya ini dapat berjalan sampai dengan level Rp 540 per lembarnya.

Selain itu juga Kaesang mengutarakan pendapatnya bahwa saham ELSA ini dapat menguat. Sebab terdapat katalis berasal dari pemerintah, yaitu terdapat lima paket stimulus fiscal yang berada di kegiatan usaha hulu minya serta gas bumi dalam jangka pendek serta jangka panjang.

Tidak hanya berhenti disitu, kaerna pemerintah yang menginginkan untuk dapat meraih target dari produksi minyak satu juta barel per harinya. Saham ELSA sendiri ini dapat meraih laba sejumlah Rp 187 miliar pada kuartal III 2020 ketika dunia sedang berada pada situasi pandemi COVID – 19. Ketika itu kerugian masih terjadi para perusahaan induk, yang terjadi saat periode yang saham,

“PBV 0,7x ini masih sangat murah untuk perusahaan sekelas perusahaan ini, jika dihargai sesuai nilai buku, harga sahamnya bisa 550,” ucap Kaesang pada akun Twitternya.

Selain itu juga terdapat volume saham yang dijual hinggal 370,06 juta, yang memiliki nilai transaski sejumlah 174,91 miliar.

SAHAM TURUN DENGAN DRASTIS HADAPI DENGAN CARA YANG BIJAK

Tidak selalu keadaan ekonomi itu berada pada level yang baik dan di atas terus menerus. Ada kalanya dimana keadaan tersebut berada di bawah, bahkan bisa sampai keadaan terburuk. Sama hal dengan cuaca yang ada di Indonesia, terdapat panas dan juga hujan bukan, hal – hal tersebut menjadi fenomena yang wajar selama dapat diatasi dengan cara yang tepat dan juga bijak. Pasar modal pun pernah mengalami hal yang seperti ini, ketika itu terjadi penurunan yang anjlok sekali yang terjadi di tahun 1998 serta 2008. Ketika itu krisis finansial yang terjadi juga dibarengi dengan inflasi yang terjadi hingga 58 persen.

Hal tersebut terjadi di tahun 1998, dimana IHSG yang merosot sampai dengan level 398 yang berada pada  situasi yang hampir terjadi kembali di 10 tahun sesudahnya. Saat di tahun 2008, ada krisis yang timbul karena dipucu dengan skandal sub – prime  mortgage di Amerika Serikat. Hal ini ternyata berdampak besar pada pasar modal yang berada di seluruh dunia, dimana tiba – tiba terjadi kolaps. Dan di tahun 2020, terjadinya pandemi virus corona yang merebah di seluruh di dunia ini memicu kembali kekhawatiran akan terimbasnya pada pasar saham yang ada di Indonesia. Lantas untuk bisa menghadapi kondisi seperti itu lagi apa yang harus dilakukan? Simak ulasannya berikut ini tentang cara bijak dalam mengatasi saham yang turun drastis.

1.Menunggu Situasi Panik Mereda dan Usai

Ketika sedang terjadinya pandemi virus corona ini, dimana dampak yang ditimbulkan benar – benar besar dan juga merabah ke hampir berbagai macam sektor. Tidak hanya di Indonesia saja tetapi juga di seluruh dunia pun mengalami penurunan dan terpuruknya beberapa sektor yang memiliki peran penting. Terdapat satu hal yang sangat sensitive saat sedang berada di kondisi seperti ini.

Hal itu adalah pasar saham yang akan menurun, apalagi dengan pemicu yang negative ini. Dari pemicunya ini bisa menciptakan situasi yang keos yaitu panic selling, dimana para pemegang saham akan merasa panik dengan kondisi yang terjadi dan mengambil keputusan dengan tergesa – gesa untuk menjual sahamnya tersebut. Disini yang harus dilakuka  adalah jangan sampai panik dan sabar, sebab kekeosan yang terjadi di pasar itu ada ujungnya. Nantinya aka nada masa dimana harga dari saham itu bisa stabil kembali.

2.Tetap Menyimpan Saham

Ketika ini sedang terjadi, usahakan untuk saham kamu miliki tersebut tetap di simpan saja. Terutama untu kamu yang mempunyai saham blue chips atau big cap, apa yang dimaksud dari saham – saham tersebut. Jadi itu adalah saham yang berkapitalisasi pasar besar yang memiliki fundamental baik.

Biasanya saham – saham yang berada pada kategori tersebut, mempunyai angka kapitalisasi pasar menyentuh angkat lebih dari Rp 40 triliun. Bila mempunyai saham big cap, lebih baik disimpan dulu. Pada saham dengan kategori yang seperti itu terjadi rebound denga cepat sesudah penurunan IHSG.

3.Selalu Memegang Dana Likuid

Memegang dan menyimpan uang itu adalah hal yang penting karena itu akan sangat berguna untuk keperluan kamu di setiap harinya. Jangan sampai kamu tidak menyimpan uang atau dana likuid, karena takutnya terdapat hal – hal yang tidak terduga datang dan kamu tidak mempunyai simpanan dana yang bisa diandalkan.

Tidak hanya mengelola saham saja yang kamu fokuskan saja, tetapi juga kamu harus bisa mengatur cash flow. Jangan sampai arus kas kamu itu terganggu dengan situasi yang tidak diinginkan di depan sana. Sebab keadaan dari pasar saham itu tidak akan selalu pada kondisi yang baik – baik saja.

Itulah cara bijak dalam menghadapi saham yang turun dengan drastis.