Saham Hari Ini 10 Februari 2021

Meski mempersempit kenaikan yang ada, namun Indeks Harga Saham Gabungan tetap bertahan Aipda zona hijau. Di sesi I, mereka berhasil bertambah 15,22 poin ke level 6.224,08 atau menguat 0,25%. 

Di sesi I tersebut, IHSG bergerak ke rentang 6.194,94 – 6.286,29 dan sempat menyentuh zona merah, tapi untungnya kembali menguat tipis ketika sesi I hampir selesai.

Ada dua sektor yang menipang kenaikan IHSG di sesi I, yaitu sektor keuangan dan juga sektor perkebunan. Keduanya masing-masing mengalami penguatan 1,60% dan 1,16%, di mana ini menandakan kalau IHSG rawan terkoreksi.

Lalu ada delapan faktor lain yang berada pada zona merah, yaitu faktor aneka industri(1,65%), infrastruktur(1,17%), manufaktur dan industri dasar(0,45%.), perdagangan(0,66%).

Untuk total volumenya sendiri, volume dari perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencapai 12,22 miliar dengan nilai transaksi Rp11,11 triliun dan frekuensi transaksi 1,10 juta sekali. Ada sebanyak 264 saham yang turun, 197 saham naik, dan 163 sahamnya tetap stabil.

Di tengah kenaikan dari Indeks Harga Saham Gabungan asing ini malah membukukan net sell sebesar Rp86,44 miliar di seluruh pasar.

Saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Astra International Tbk atau ASII, Rp108, 7 Miliar. Saham mereka pun melemah menjadi Rp5.975 per saham (Turun 2,05%). Untuk volumenya, ASII memiliki volume perdagangan saham yang mencapai 40,2 juta dan nilai transaksinya Rp243,4 miliar. 

Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk juga dilepang asing dengan nilai Rp84,05 miliar. Saham mereka melemah menjadi Rp3.230/ saham. Volume dari perdadagangan saham TLKM telah mencapai 8,3 ujuta dengan transaksi Rp287,3 miliar.

Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk juga bisa, hanya saja saham ICBP turun tipis dengan angka 0,82% dap Rp9.02/ sahamnya. Volume dari perdagangan saham mencapai angka 10,6 juta Dengan transaksi 96,7 miliar.  

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada perdagangan Selasa:

1. ASII Rp 108,7 miliar

2. TLKM Rp 84,5 miliar

3. ICBP Rp 73,7 miliar

4. TBIG Rp 47,8 miliar

5. PGAS Rp 47,1 miliar

6. INCO Rp 44,2 miliar

7. BMRI Rp 37,9 miliar

8. SMGR Rp 25,5 miliar

9. CTRA Rp 13,4 miliar

10. BBNI Rp 12,0 miliar

Kurs Rupiah Menguat, Yuk Cuan di Saham Ini

Nilai tukar rupiah di pasar berhasil bertengger pada level Rp 13.895 per dolar Amerika Serikat di akhir perdagangan Rabu 6 Januari 2021.

Hal ini membuat Rupiah menguat 0,14% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 13.915 per dolar AS.

Ambil Untung di Saham Saat Rupiah Menguat

Ambil Untung di Saham Saat Rupiah Menguat

Analisis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai penguatan rupiah ini akan menguntungkan bagi emiten-emiten yang bisnisnya bergantung pada impor.

Ia bilang bahwa penguatan rupiah ini akan menekan sejumalh biaya bahan baku emiten tersebut menjadi lebih murah.

Ada pula emiten dari sektro farmasi yang menadah untung dari perkasanya Rupiah ini seperti PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).

Kemudian di sektor pakan ternak emiten-emiten yang bisa diuntungkan ada PTJapfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

“Penguatan rupiah akan menekan biaya bahan bakunya menjadi lebih murah,” kata Sukarno pada 6 Januari.

Selanjutnya, emiten dari sektor otomotif seperti Astra International Tbk. (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) pun turut memperoleh angin segar dari melemahnya dolar AS. Sebab, bahan-bahan atau spare part-nya merupakan barang impor.

Kemudian, sambung Sukarno industri ritel seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Erajaya Swasembada (ERAA), dan Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga mengalami keuntungan karena harga jual produknya menjadi lebih fleksibel.

“Begitu juga dengan emiten konstruksi juga diuntungkan seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT),” tambah Sukarno.

Yang jelas, sambungnya, di tengah penguatan nilai tukar rupiah maka kinerja dari emiten-emiten itu akan lebih baik dan margin keuntungannya bisa meningkat.

Dengan begitu, ia melihat saham-saham tersebut memiliki prospek yang lebih menarik. Terlebih lagi untuk emiten farmasi yang juga terpapar sentiment positif dengan datangnya vaksin.

Walau begitu, Sukarno menyarankan pelaku pasar untuk tetap berhari-hari karena mayoritas harganya sudah naik siginifikan, namun tak menutup kemungkinan untuk bisa kembali menguat.

Investasi Saham BEI

Investasi Saham Terbaik yang Disarankan BEI

Investasi di pasar modal telah menjadi salah satu pilihan yang dapat memberikan banyak keuntungan besar. Hal ini juga memiliki risiko yang besar dan oleh sebab itu, untuk masuk ke investasi saham dan para investor yang perlu cemat dalam membidik emiten yang akan dibeli sahamnya. Asisten Wakil Presiden Bursa Efek Indonesia (BEI) bernama Rina Hadriyani juga telah memberikan sejumlah saran bagi para investor yang tertarik dengan pasar moda.

saham terbaik

Tetapi menurutnya, investasi di saham ini juga berarti ikut-ikutan dengan portofolio teman. Dimana ia bialng sebelum membeli saham, investor ini juga harus menganalisa kinerja perusahaan yang banyak tersedia keterbukaan informasi BEI. Disini kita melihat pergerakkan saham emiten yang ada selama ini.

Pada hari Selasa, 08 September 2020 dalam Webinar mengenai wirausaha telah mengatakan bahwa “Selain kesiapan dan juga hanya ikut-ikutan saja, kita juga harus memiliki sikap bahwa kita mengerti terkait dengan saham yang dibeli. Lihat saham bagaimana, layaknya perusahaan ini sahamnya dibeli, lihat historical sahamnya.

Selain itu saat ingin membeli saham perusahaan yang baru dan akan melantai di BEI. Investor ini juga perlu cermat terhadap prospektus perusahaan ini. Hal ini akan dipaparkan calon emiten dalam paparan publik mencakup visi-misi perusahaan, proyeksi bisnis, sampai rencana pembagian dividen.

Hal-hal semacam ini juga harus diperhatikan. Membuat investor yang masuk ke pasar modal, baca informasi ini dikeluarkan oleh perusahaan tercatat ini. Lagi-lagi investasi ini tidak hanya berdasarkan opini oranglain, tetapi karena mengetahui kondisi emiten ini. Tempat ini untuk menghindari potensi kerugian yang sangat besar.

saham terbaik BEI

BEI juga telah meluncurkan indeks baru, yaitu indeks Environmental, Social, Governance (ESG) Leaders atau disingkat ESGL di tanggal Senin, 14 Desember 2020. BEI juga telah menetapkan 30 saham yang memiliki ESG yang baik dan tidak terlibat pada kontroversi secara signifikan yang memiliki likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik, termasuk sebagai konsisten awal ESGL.

Pada hari Senin, 14 Desember 2020 BEI ini juga telah berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan investasi yang berkelanjutan dan peningkatan praktik ESG di Pasar Modal Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan bergabungnya BEI yang menjadi anggota United Nations Sustainable Stock Exchange (SSE) Intiative sejak bulan April 2019 dan melalui berbagai inissiatif yang telah dituangkan dalam rencana aksi keuangan berkelanjutan.

Peluncuran Indeks IDX ESG Leaders ini juga telah mempertegas komitemen BEI dalam mendorong praktik ESG dan menjadi salah satu milestone dalam penerapan investasi berkelanjutan di negara Indonesia. Indeks IDX ESG Leaders dibangun berdasarkan penilaian risiko ESG yang mengukur sejauh mana penerapan ESG dilakukan oleh perusahaan yang tercatat berdasarkan eksposur risiko di masing bidang usaha. BEI ini juga bekerjasama dengan Sustainalytics dalam penyediaan data ESG.

BEI juga telah yakin akan kehadiran IDX ESGL yang merupakan salah satu pencapaian penting dalam investasi berkelanjutan lebih baik diPasar Modal Indonesia.

Saham Blue Chip

3 Daftar Saham Blue Chip Terbaik Dari Tahun ke Tahun

3 Daftar Saham Blue Chip Terbaik Dari Tahun ke Tahun

Saham Blue Chip merupakan salah satu kategori saham yang paling cocok untuk dilaksanakanoleh investasi pemula. Blue Chip ini sendiri ialah suatu saham terbaik dari perusahaan dengan kinerja yang baik juga dan sudah mumpuni di bursna bahkan memiliki track-record konsisten dalam jangka waktu yang panjang. Jenis saham ini termasuk sebagai salah satu kategori blue chip ialah saham pilihan yang menjadi portfolio utama investor institusi dan ritel di bursa.

Saham ini juga paling sulit atau kecil untuk digoreng dengan harganya karena katipatlisasi saham ini cukup besar dan sangat likuid. Kali ini, kami akan mengenalkan kepada kalian beberapa daftar saham blue chip terbaik yang bisa kalian andalkan dan kuat dari tahun ke tahun. Langsung saja simak daftar lengkapnya berikut di bawah ini.

Daftar Saham BlueChip Terpopuler

1. BBCA

BBCA

Saham dengan kapitalisasi terbesar di bursa efek Indonesia saat ini. Saham ini ialah saham terbesar di bursa. Untuk menjadi saham dengan nilai kapitalisasi terbesar ini ialah reward dari para investor ke[ada saham BCA karena kinerjanya yang cukup ciamik. Seperti yang kita tahu, BCA merupakan bank terbaik yang ada di Indonesia dan dengan kemampuan menghasilkan proft terbaiknya. Hanya sja, BCA bukan bank dengan kemampuan memberikan profit terbaik kepada para pemegang saham, tetapi pertumbuhan kredit BCA cukup konsisten lebihh tinggi.

Perusahaan juga akan dikelola dengan efisien dan prudent, tercermind ari Return on Assets yang paling tinggi diatara bank di kelasnya. Internal bank ini snediri mampu menunjukkan kaderisasi dalam perusahaan yang kuat dan juga terencana.

2. BBRI

BBRI

Selanjutnya adalah kode saham Bank BRI dengan profit terbesar yang ada di Indonesia. Bank ini sendiri fokus di kredit usaha mikro, kecil, dan juga menebgah. Untuk usia bank ini juga lebih dari 100 tahun yang membuat perusahaan memiliki pengalaman cukup panjang dan kemampuan manajemen kredit UMKM yang mumpuni dan sulit dilawan para kompetitor yang ada. Untuk pertumbuhan kredit Bank BRI juga cukup konsisten dan selalu lebih tinggi daripada industri. BRI mencatat margin keuntungan tinggnya tercermin dari NIM rerringgi di antara bank sekelasnya.

3. UNVR

UNVR

Dan yang terkahir adalah kode saham Unilever Indonesia yang merupakan perusahaan consumer goods terbesar dan terbaik di Indonesia. Unilever ini sendiri memiliki beberapa merek kuat dan paling terkenal tidak hanya di Indonesia. Dengan pertumbuhan populasi Indonesia yang besar, maka pasar Indonesia sangat potensial kepada produk konsumsi yang dijual UNVR dan produk dengan brand kuat. Dengan kekuatan brand dan penguasan pasar, maka Unilever ialah sebuah pekerjaan dengan kinerja keuangan super efisien. Unilever juga tidak membutuhkan injeksi modal, sehingga profit yang dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.

Menariknya UNVR juga hampir dikatakan tidak memiliki hutang kepada bank. Revenue atau pendapatan UNVR ini beberapa kali lipat lebih besar dibandingkan aset perusahaan yang mampu menunjukkan efisiensi operasi perusahaan dalam menjalankan sbeuah bisnis.

Nah itu dia 3 daftar saham terbaik yang bisa kalian andalkan dalam berinvestasi dan memperoleh keuntungan yang sangat menjanjikan. Yuk mulai berinvestasi ke dalam saham yang ada diatas ini untuk memperoleh keuntungan yang besar dan menjanjikan dalam berinvestasi disaat ini. Pergerakan grafik ketiga saham ini juga cukup kuat dan memberikan keuntungan yang tinggi bagi para investor dibandingkan saham lainnya.