IHSG

IHSG Anjlok, Bagaimana Harga Saham Bluechip?

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG merupakan salah satu yang menjadi acuan investor dalam mengabil keputusan baik dalam saham maupun reksadana, lebih tepatnya menajdi acuan untuk mereka kapan harus menjual dan kapan harus membeli saham maupun reksadana di pasar model.

IHSG sering digunakan para invetor untuk melihat kenaikan maupun penurunan pasar investasi secara global, tentu saha dalam pasar saham di Indonesia.sebenarnya tidak hanya IHSG indeks yang ada di Bursa Efek Indonesia, ada beberapa indeks lain misal LQ45 dan masih banyak lagi.

perlu diketahui juga IHSG diperkenalkan pertama kali itu pada tanggal 1 april 1983, sebagai indikator hpergerakan harga saham yang ada di BEI yang dahulu bernama Bursa Efek Jakarta atau BEJ.

Indeks Harga Saham Gabungan merupakan rata rata harga dari harga saham yang ada di pasar saham. IHSG disaat pandemi mengalami penurunan harga yang sangat drastis, saat IHSG mengalami penurunan banyak investor menjadi takut dan mengambil keputusan untuk cutloss.

Pergerakan IHSG yang fluktuatif juga disebabkan oleh aksi jual investor asing dan keadaan wall street yang sedang melemah. banyak analis yang sudah memprediksi keadaan IHSG dikarenakan keadaan global yang sedang memburuk.

Turunnya harga saham saham bluechip menyebabkan harga IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ikut anjlok, turunnya harga/diskon saham bluechip membuat banyak investor mengambil kesempatan tersebut untuk menyerok, tidak sedikit pula investor yang FOMO (Fear OF Missing Out) yang akhrinya memutuskan untuk menjual saham bluechip tersebut.

Investor untuk saat ini harus banyak mempertimbangkan dalam mengambil keputusan, melihat keadaan pandemi covid 19 yang masih tinggi ditambah lagi masuknya varian baru di Indonesia yaitu varian delta. harga IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) masih dalam keadaan yang sangat tidak stabil

dilihat dari data, terdapat 332 saham yang ambruk, 157 saham yang naik dan ada yang lain stagnan 143 saham. dan perlu dicatat investor asing melakukan penjualan bersih mencapai rp. 273 miliar.

bedasarkan kondisi tersebut, diprediksi IHSG untuk beberapa hari kedepan masih akan kembali melemah di harga 6.001-6.202. dengan keadaan tersebut justru membuka peluang untuk investor mengoleksi sejumlah saham. ada beberapa saham bluechip yang akan menjadi rekomendasi untuk dibeli beberapa hari kedepan diantaranya BBCA, GGRM,ITMG.walau dampkanya tidak akan sesignifikan tahun lalu, pakar analis memperkirakan indikator ekonomi pada periode selanjutnya akan tetap terpengaruh.

Pergerakan Harga Saham Disaat Pandemi

pada tanggal 2 maret 2020, virus korona dikonfirmasi oleh presiden Joko widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah masuk ke Indonesia. pada saat itu ada 2 orang warga negara indonesia yang terkena corona, yaitu seorang ibu dengan umur 46 tahun dan anak perempuannya berumur 31 tahun .

saat ini seluruh dunia termasuk Indonesia masih dalam keadaan pandemi, pandemi ini menyebabkan pergerakan IHSG yang tidak menentu. pergeraakan IHSG saat ini benar benar membuat para investor takut untuk berinvestasi, Bursa Efek Indonesia mengatakan Harga IHSG pada 3 bulan setelah pandemi sangat turun drastis yang menyebabkan perekonomian juga turun.

banyak perusahaan perusahaan dengan market cap besar juga mengalami penurunan harga yang membuat para investor ketar ketir akan saham yang dipegang nya.tidak hanya perusahaan dengan market cap besar yang mengalami penurunan tetapi perusahaan dengan market cap kecil atau disebut dengan perusahaan gorengan juga mempunyai harga yang tidak menentu.

saat ini sering harga perusahaan gorengan fluktuasi nya sangat tinggi, bisa langsung ARA bisa juga tiba tiba ARB yang menyebabkan juga para investor sedikit kesulitan untuk trading saham.

salah satu contohnya adalah perusahaan PT Kapuas Prima Coal Tbk dengan kode saham ZINC. direktur utama zinc menyampaikan pandemi tahun 2020 mempengaruhi kinerja perusahaan menurun dibanding tahun sebelumnya. tapi ada beberapa komoditas yang tercatat adanya kenaikan penjualan yaitu bijih besi.

bedasarkan data pergerakan IHSG dan harga saham yang tidak pasti, terdapat banyak investor yang masih bingung untuk investasi dan terhadap keputusan portofolio nya. apakah akan dijual atau dibeli, ada beberapa investor malah yang menyerok saham saham dikarena dia menganggap ini adalah sebuah kesempatan besar tapi ada investor yang menganggap itu adalah sebuah ancaman yang akhirnya manjual beberapa investasi nya dikarenakan takut harga nya semangkin turun.

Pergerakan Harga saham disaat pandemi memang membuat para investor menjadi takut akan invetasi yang dipegangnya, tapi kita sebagai investor harus bijak dalam mengambil keputusan terhadap portofolio kita supaya kita tidak menyesal dikemudian hari. dan hati- hati unutk investor mmuda yang baru terjun ke dunia investasi karena pasti akan ada pom pom man saham baik dari influencer maupun dari pihak lainnya.

Semoga artikel ini menambah informasi temen temen mengenai dunia investasi.