Mengenal Sejarah Bitcoin dan Cara Kerjanya

Mengenal Sejarah Bitcoin dan Cara Kerjanya

Sejarah Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang dibuat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.

Melansir Yahoo Finance, Bitcoin adalah aset digital dengan kinerja terbaik dari Maret 2011 hingga Maret 2021 dengan annualized return atau imbal hasil mencapai 230%. Angka tersebut dapat membuat orang tertarik untuk investasi Bitcoin. Bitcoin dan aset kripto lain dapat digunakan sebagai alat investasi untuk dimasukan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka menurut Surat Menko Perekonomian Nomor S-302/M.EKON/09/2018. Perdagangan crypto di Indonesia disetujui dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Akan tetapi, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap melarang penggunaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran di Tanah Air. Duit digital ini juga bukan merupakan produk industri keuangan. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa tempat untuk melakukan perdagangan bitcoin secara online.  Jumlah perusahaan Crypto Exchange di Indonesia cukup banyak dan menawarkan beragam fitur.

Pada 03 Januari 2009, Block pertama dari blockchain Bitcoin yang diluncurkan dapat diartikan sebagai sebuah pernyataan, sebuah petunjuk, atau hanya sebagai penanda. Para pengguna cryptocurrency yakin bahwa ini merupakan sebuah pernyataan khusus dari Satoshi setelah muncul di koran ‘The Times: Chancellor on brink of second bailout for banks’ pada tanggal yang sama. Versi pertama dari perangkat lunak Bitcoin diumumkan di milis Kriptografi pada 8 Januari 2009. Dan hari berikutnya, Blok 1 ditambang, dan penambangan Bitcoin sudah mulai berjalan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Merujuk pada buku Bitcoin And Cryptocurrency Technologies, cara kerja Bitcoin menggunakan sistem “koin”, yang diperoleh dengan “mining” koin atau membelinya. Beberapa orang telah mengumpulkan jutaan Bitcoin, mengumpulkannya selama beberapa tahun. Bitcoin yang diperoleh disimpan dalam buku besar publik yang dapat diakses kapan saja. Mengutip buku Getting started with Bitcoins, protokol Bitcoin tidak menyimpan data pribadi. Sistemnya menawarkan privasi melalui kriptografi.

Pengguna dapat memiliki banyak dompet Bitcoin sebanyak mungkin sesuai kebutuhan. Kunci pribadi diperlukan untuk mengautorisasi transaksi yang disimpan secara lokal dalam dompet pengguna.

Rantai-blok (blockchain) adalah sebuah catatan transaksi publik di mana jaringan Bitcoin bersandar. Semua transaksi yang telah dikonfirmasi tersimpan di dalam rantai-blok. Dengan demikian, wallet Bitcoin dapat menghitung sisa uang yang dapat dibelanjakan serta transaksi-transaksi baru dapat diverifikasi untuk memastikan bahwa memang dimiliki oleh pengguna itu.

Private Keys, sebuah transaksi transfer nilai antar wallet Bitcoin yang dimasukkan ke dalam rantai-blok. Wallet Bitcoin menyimpan sebagian data rahasia yang disebut kunci pribadi atau seed, yang digunakan untuk menandatangani transaksi, memberikan bukti matematis bahwa memang benar berasal dari pemilik wallet.

Tidak seperti saham, Bitcoin tidak mewakili kepemilikan suatu perusahaan atau entitas. Investasi Bitcoin menghasilkan nilai karena harga per koin terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.