Kurs Rupiah Menguat, Yuk Cuan di Saham Ini

Posted by on January 7, 2021


Nilai tukar rupiah di pasar berhasil bertengger pada level Rp 13.895 per dolar Amerika Serikat di akhir perdagangan Rabu 6 Januari 2021.

Hal ini membuat Rupiah menguat 0,14% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 13.915 per dolar AS.

Ambil Untung di Saham Saat Rupiah Menguat

Ambil Untung di Saham Saat Rupiah Menguat

Analisis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai penguatan rupiah ini akan menguntungkan bagi emiten-emiten yang bisnisnya bergantung pada impor.

Ia bilang bahwa penguatan rupiah ini akan menekan sejumalh biaya bahan baku emiten tersebut menjadi lebih murah.

Ada pula emiten dari sektro farmasi yang menadah untung dari perkasanya Rupiah ini seperti PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).

Kemudian di sektor pakan ternak emiten-emiten yang bisa diuntungkan ada PTJapfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

“Penguatan rupiah akan menekan biaya bahan bakunya menjadi lebih murah,” kata Sukarno pada 6 Januari.

Selanjutnya, emiten dari sektor otomotif seperti Astra International Tbk. (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) pun turut memperoleh angin segar dari melemahnya dolar AS. Sebab, bahan-bahan atau spare part-nya merupakan barang impor.

Kemudian, sambung Sukarno industri ritel seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Erajaya Swasembada (ERAA), dan Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga mengalami keuntungan karena harga jual produknya menjadi lebih fleksibel.

“Begitu juga dengan emiten konstruksi juga diuntungkan seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT),” tambah Sukarno.

Yang jelas, sambungnya, di tengah penguatan nilai tukar rupiah maka kinerja dari emiten-emiten itu akan lebih baik dan margin keuntungannya bisa meningkat.

Dengan begitu, ia melihat saham-saham tersebut memiliki prospek yang lebih menarik. Terlebih lagi untuk emiten farmasi yang juga terpapar sentiment positif dengan datangnya vaksin.

Walau begitu, Sukarno menyarankan pelaku pasar untuk tetap berhari-hari karena mayoritas harganya sudah naik siginifikan, namun tak menutup kemungkinan untuk bisa kembali menguat.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *