Jenis – Jenis Saham Dan Pengertiannya

Saham menjadi terkenal di semua kalangan baik kaum muda ataupun yang sudah berumur. Saham adalah bukti penyertaan modal atau kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.  Jika Anda memiliki saham, maka Anda juga bisa disebut sebagai owner atau pemilik perusahaan, tergantung seberapa besar porsi saham kepemilikannya. Bila perusahaan memiliki kinerja yang baik dan bagus, Anda mendapatkan  keuntungan dari naiknya harga saham (capital gain).

Sementara itu, jika perusahaan untung, Anda juga akan mendapatkan dividen yang dibayarkan tiap tahunnya sebagai bagian keuntungan dari perusahaan untuk pemegang saham.  Sebelum berinvestasi lebih jauh ke dunia saham, perlu kenali jenis-jenis saham dari segi kinerja perdagangan, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai berikut:

Blue Chip Stocks Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi atau sedikit ternama, merupakan leader atau teratas di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

Income Stocks Jenis saham emiten ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang akan dibayarkan pada tahun sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur dan rata membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Growth Stocks   (Well-Known) Mirip dengan yang sebelumnya yaitu blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.  (Lesser-Known) Walaupun bukan sebagai leader dalam industri atau teratas, namun jenis saham ini tetap memiliki ciri growth stock. Biasanya merupakan saham dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten.

Speculative Stocks Investor dengan profil risiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi atau keuntungan banyak di masa mendatang, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun jadi dengan kata lain jenis saham ini ada jangka panjang untuk kedepannya.

Counter Cyclical Stocks Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak atau naik turun karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, dimana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi. Emiten seperti ini biasanya bergerak dalam produk yang selalu dibutuhkan kalangan masyarakat seperti consumer goods dan rokok.

Saham biasa

Pada umumnya memberikan hak atas pemilik saham untuk memberikan hak suara pada suatu pengambilan keputusan. Pemilik saham juga mendapatkan prioritas untuk didahulukan ketika perusahaan menerbitkan saham baru

Saham preferen

Pada umumnya tidak memberikan hak kepada pemegang atau pemilik saham untuk memberikan suara saat pengambilan keputusan, namun pemegang saham atau pemilik saham mendapatkan prioritas yang lebih tinggi terhadap aset dan penghasilan. Misalnya, pemegang saham atau pemilik saham preferen akan mendapatkan dividen lebih dulu dibanding pemegang saham atau pemilik saham biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.