IHSG Pesta Pora dan Asing Memborong Saham, Karena Vaksin Sinovac

Posted by on December 7, 2020


Hari ini, Senin, 7 Desember 2020 berhasil menciptakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSM) yang dibuka terbang 0.75% ke level 5.854,30. Dimana selang 50 menit IHSG berhasil menghijau tebal 1.18% di level harga 5.897,02 setelah vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang telah diuji klinis di dalam negeri dan dipesan oleh republik Indonesia. Vaksin ini sendiri berhasil mendarat di Tanah Air kemarin malam. Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak 140 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi menyentuh hingga sebesar 4.6 triliun rupiah.

Saham ini sendiri paling banyak dikoleksi asing hari ini ialah PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BBRI) dengan membeli bersih sebesar 62 miliar rupiah dan PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) yang ,mencatat net buy sebesar 75 miliar rupiah.

Vaksin Sinovac

Sementara itu saham paling banyak dilego asing hari ini ialah PT Chareon Pokphan Indonesia, Tbk (CPIN) dengan nilai jual bersih sebesar 4 miliar rupiah dan PT Telekomunikasi Indonesia, TBK dengan net sell sebesar 60 miliar rupiah. Kedatangan vaksin Sinovac ke Tanah Air ini berhasil menjadi positif tersendiri pada perdagangan hari ini.

Bahwa sebanyak 1.2 juta dosisi vaksin diangkut menggunakan pesawat milik maskapai PT Garuda Indonesia, Tbk (GIAA). Pesawat jenis Boeing 777-300ER ini berhasil mendarat di Bandara Soerakrno Hatta pukul 21.25 WIB pada Minggu, 6 Desember 2020.

Perubahan saham di tengah pandemi

Vaksin ini sendiri diangkut menggunakan kontainer khusus bertuliskan Envirotainer berkode RAP81179PC. Tampak beberapa petugas menyemprot kontainer yang baru tiba ini. Kehadiran vaksin Covid-19 di Tanag Air ini disambut baik dari presiden Republik Indonesia, yaitu Joko Widodo.

Dalam sambutannya ini, Presiden Jokowi berhasil menyampaikan penggunaan vansin menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tentu saja menjadi kabar baik bagi para pasar maupun ekonomi Indonesia ke depan terutama di tahun 2021 mengingat performa keduanya yang turun lebur di sepanjang tahun akibat merebaknya pandemi corona ini.

Hari ini juga merupakan hari tepat dengan pengumuman data cadangan devisa Indonesia yang baru dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Bank Sentral Nasional berhasil mencatat cadangan devisa di bulan Okotober yang berada di US$ 133.7 miliar dan turun di US$ 1.5 miliar rupiah dibandingkan posisi akhir di bulan September. Cadangan devisa ini sendiri untuk bulan November yang masih berpeluang untuk bisa naik kembali. Apalagi didiimbvangi dengan tren peningkatan ekspor dan kenaikan harga komoditas terutama untuk batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) yang menjadi komoditas unggulan negara Republik Indonesia.

kabar saham saat tibanya Vaksin Sinovac

Sedangkan untuk Trading Economics telah memperkirakan posisi cadangan devisa Indonesia untuk bulan November yang berada di US$ 136.2 miliar rupiah dan akan mengalami kenaikan sebesar US$ 2.5 miliar rupiah dibandingkan pada bulan Oktober lalu.

Presiden Jokowi telah mengatakan akan mengupayakan 1.8 juta dosis yang akan tiba di awal bulan Januari 2021. Selain vaksin dalam bentuk jadi, bulan ini sendiri akan tiba 15 juta dosis vaksin dan bulan Januari 30 juta dosis dalam bentuk bahan baku yang akan diprose lebih lanjut lagi oleh Bio Farma.

Nah itu dia berita terbaru seputar pergerakan saham saat ini yang diimbangi dengan munculnya vaksin corona di negara Republik Indonesia. Sekian informasi ini kami sampaikan, semoga membantu!




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *