Hilangnya Duit Nasabah KSP Sejahtera Bersama

Hilangnya Duit Nasabah KSP Sejahtera Besama

Hilangnya Duit Nasabah KSP Sejahtera Besama

Hilangnya Duit Nasabah KSP Sejahtera Besama

 

Nasabah koperasi simpan pinjam (KSP) Sejahtera Bersama kembali mendatangi kantor cabang Klaten untuk meminta pencairan uang mereka. Awalnya mereka ditawarkan kemudahan dalam berdeposito, tetapi sekarang menjadi sulit saat ditagih uangnya.

Awalnya parah nasabah hanya berniat meminta uang mereka, tetapi tidak dilayani. Nasabah yang mayoritas emak-emak ini pun langsung membentangkan spanduk di pintu masuk kantor karena puas dengan jawaban dan pelayanan dari karyawan KSP.

Buah kekesalan mereka akibat tidak terlayani secara profesional akhir membuat tulisan dan spanduk yang ditempel di depan pintu masuk. Poster berukuran folio itu berisi berbagai tulisan di antaranya, “Kami butuh kepastian bayar kapan; Tolong dengar kami pak!: KSB kapan lagi kami harus nunggu janjimu”.

 

Pimpinan KSP Menghindar

Jawaban yang didapat hanya jawaban terbeli-belit antara besok,nanti, dan akan diusahakan secepatnya. Intinya Koperasi Sejahtera Bersama bermasalah tetapi mereka tidak memberikan janji pasti kepada para nasabahnya.

Ramai-ramai Nasabah Datangi Koperasi KSP Sejahtera Bersama di Klaten

Menurut Sudirin, aksi nasabah ini sudah ketiga kalinya, tetapi tetap tidak ada kejelasan dari pihak koperasi. Padahal mereka membutuhkannya di masa pandemic ini, serta agar dapat melangsungkan hidup mereka kedepannya.

Apakah KSP Sejahtera Bersama Itu Penipuan

Laporan yang dihimpun nilai nominal yang disetorkan berbeda-beda dari terkecil 1 juta hingga ada miliaran rupiah. Katanya Juli-Desember sampai sekarang tidak bisa cair padahal uang sendiri,” sambung Sudirin.

Sementara nasabah lain yang juga mantan marketing di koperasi itu, Totok Supriyanto, mengatakan dirinya dan pengurus lain jadi korban utama. Awalnya mereka dijanjikan bagi hasil jika berhasil memperoleh nasabah baru.

Pandemic Covid-19 masih berlangsung di Indonesia, tetapi pihak KSP tetap tidak mencairkan dana nasabah. Saya sudah ratusan juta lebih untuk nalangi, untuk nasabah yang membutuhkan dana kembali, awalnya mereka dijanjikan akan segera diganti oleh Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama.

Pihak merasa dirugikan

Totok menyebut, dana untuk regional eks Karesidenan Surakarta saja sudah mencapai Rp 460 miliar. Dirinya tidak ingin menjadi korban para nasabah yang marah, akibat dananya tidak dikembalikan oleh Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama.

Pimpinan KSP Sejahtera Bersama tidak bersedia dimintai konfirmasi wartawan. Dan hanya memerintahkan security kantor untuk mengusir wartawan pergi dari kantor mereka, tanpa ingin memberikan klarifikasi.

Tenyata Tidak hanya didaerah tersebut Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama didaerah Jawa lainnya juga sama. Tidak ada pimpinan cabang yang ingin memberikan klarifikasi atas masalah yang mereka hadapi.

“Pada awalnya bagus, setelah ada pandemi COVID semua error tidak bisa diambil. Hal ini seperti skema Ponzi pada umumnya, hanya menguntungkan penyetor awal dan menghabiskan nasabah yang paling terakhir bergabung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.