userhargasaham

Rekomendasi Saham Pilihan Saat Harga Minyak Naik

Harga minyak saat ini sedang dalam tren naik dan sudah kembali ke level normal. Di tengah kenaikan harga minyak, saham dari emiten sektor minyak dan gas atau migas bisa menjadi pilihan investor.

Saham emiten gas memang mencetak kinerja yang positif jika dilihat dari awal tahun 2021. Saham emiten migas itu antara lain saham PT Elnusa Tbk atau ELSA yang sudah melejit 46,43% sejak awal tahun atau year to date (ytd).

Kemudian saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) melesat 132,35% ytd. Selain itu, saham migas lainnya seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga naik 21,74% ytd.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melonjak 138% ytd. Saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) masih positif dengan penguatan 0,38% ytd.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, kinerja saham – saham emiten migas ini tak lepas dari meningkatnya harga minyak.

Rabu 24 Februari pukul 12.00 WIB, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman April 2021 di pasar NYMEX ada di level US$ 61,16 per barel.

Chris melihat prospek saham – saham migas cukup cerah untuk ke depannya. Ia mengatakan, kenaikan harga minyak akan memberikan dampak positif bagi kinerja operasional emiten – emiten migas.

“Terutama dengan membaiknya ekonomi, maka demand akan minyak akan cenderung naik,” ungkapnya Rabu 24 Februari 2021.

Di sisi lain, peningkatan harga minyak juga bisa membuat biaya yang harus dikeluarkan perusahaan meningkat.

Sehingga, investor cenderung wait and see untuk melihat kinerja perusahaan – perusahaannya nanti, sehingga secara jangka pendek harga sahamnya bisa turun.

Lihat saja pada penutupan perdagangan di hari Rabu 24 Februari saham ELSA melemah 3,30% ke harga Rp 410, MEDC turun 2,78% ke harga Rp 700, ENRG minus 6,30% ke harga Rp 119 per saham.

Pandemi Covid-10 juga masih menyelimuti sektor ini. Sektor penerbangan masih cenderung tertekan karena beberapa negara masih tidak menerima penerbangan atau turis sehingga konsumsi minyak pun masih tertahan.

Kode Saham Akan Dihilangkan, Ini Kata Pakar Bandarmology

Kalangan pelaku pasar sekaligus pakar bandarmology memberikan respons terkait dengan rencana Bursa Efek Indonesia yang berencana menghapus kode perusahaan sekuritas saat perdagangan berlangsung. Nantinya, kode broker baru juga akan terlihat setelah perdagangan berakhir.

Praktisi investasi sekaligus penulis buku Bandarmology, Ryan Filbert, mengatakan dari sudut pandang otoritas bursa dan Self Regulatory Organization (SRO) kebijakan penutupan kode broker saat transaksi bertujuan untuk menghilangkan praktik pembelian – pembelian saham oleh kode broker yang dianggap sebagai market marker.

“Secara pemula iya, bisa berpikir begitu [mempengaruhi ke transaksi], tapi untuk pemain lama, mentransfer saham itu bukan suatu hal yang sulit, saya bisa pindahkan ke tempat lain hanya dengan bayar Rp 25 ribu dengan berapapun jumlahnya bisa saya transakasikan, sehingga secara tidak langsung, proses distribusi atau akumulasi sebenarnya tidak related dengan nama broker,” kata Ryan Filbert, Selasa 24 Februari 2021.

Ryan cenderung bersikap netral merespons kebijakan yang sedang digodok oleh BEI ini. Pasalnya, penghapusan ini relative tidak akan berpengaruh bagi investor yang sudah lama berkecumpung transaksi di pasar modal.

“Jadi pendapat saya cukup netral, dalam kondisi tidak membuat orang ikut-ikutan membeli dalam suatu berita yang bagus, tapi di sisi lain tidak berlaku bagi pemain senior,” ujarnya.

Sebelumnya, BEI akan melakukan penutupan kode broker dalam sistem running trade mulai 26 Juli 2021 nanti.

Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo, pertimbangan dilakukan kebijakan ini terutama untuk mengurangi adanya kebiasaan menggiring (hearding behavior) pasar ke saham – saham tertentu. Selain itu juga untuk meningkatkan data kelola pasar.

“Meningkatkan market governance dengan mengurangi herding behaviour,” kata Laksono kepada CNBC Indonesia, Rabu 24 Februari 2021.

Pertimbangan lainnya adalah dari segi teknis. Laksono menyebut dengan ditutupnya kode broker ini akan dapat mengurangi kebutuhan bandwidth data.

Karena tingginya kebutuhan bandwidth ini menyebabkan keterlambatan aktivitas trading mengingat tingginya frekuensi perdagangan akhir – akhir ini.

Laksono menegaskan, penutupan kode broker ini merupakan best practice yang juga dilakukan di bursa saham lain.

Saham Blue Chip Ini Jorjoran Dilepas Bandar Besar

Saham – saham emiten blue chip alias unggulan ramai – ramai dilepas investor asing pada perdagangan Rabu 24 Februari 2021 kemarin yang cukup banyak.

Hal ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup terkoreksi. Data BEI mencatat, ada 198 saham naik, 275 saham turun, dan 169 saham stagnan.

Nilai transaksinya sendiri mencapai Rp 16,98 triliun dan volume perdagangan 30,57 miliar saham dengan frekuensi 1,42 juta kali.

Investor asing tercatat masuk ke pasar saham di Indonesia dengan pembelian bersih mencapai Rp 245,69 miliar di pasar regular.

Asing juga mencatatkan aksi beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 56,51 miliar. Walau begitu, ada beberapa saham yang cukup banyak dilepas asing pada perdagangan Rabu kemarin di pasar regular.

  • Bank Central Asia (BBCA), net sell Rp 150 M, saham -1,47% Rp 33.625
  • Astra International (ASII), Rp 129 M, saham -1,75% Rp 5.625
  • Indofood CBP (ICBP), Rp 52 M, saham +1,17% Rp 8.650
  • Bank Mandiri (BMRI), Rp 30 M, saham +0,79% Rp 6.375
  • Indofood Sukses (INDF), Rp 19 M, saham +0,83% Rp 6.100
  • United Tractors (UNTR), Rp 17 M, saham -2,49% Rp 22.550
  • Indocement (INTP), Rp 11 M, saham -1,51% Rp 13.075
  • Mitra Pinasthika (MPMX), Rp 11 M, saham +0,93% Rp 540
  • Sumber Alfaria (AMRT), Rp 7 M, saham +15,52% Rp 1.005
  • Semen Indonesia (SMGR), Rp 7 M, saham -1,67% Rp 10.275

Saham Bank Central Asia menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dimana nilai penjualan hingga Rp 150 miliar di perdagangan kemarin.

Walau begitu, koreksi harga sahamnya tak signifikan, hanya 147% ke level Rp 33.625/saham. Dalam sebulan terakhir saham bank Grup Djarum ini minus 1,39%.

Saham Astra Internasional juga banyak dilepas asing mencapai Rp 129 miliar karena sahamnya hanya terkoreksi 1,75% ke level Rp 5.625 / saham. Sebulan saham ASII minus 11,42%.

Saham Bank Mini Melonjak, Tipuan Bandar?

Merebaknya isu lembaga keuangan asing mencaplok bank – bank kecil di tanah air membuat pergerakan harga saham bank BUKU II kompak menggeliat.

Namun, investor tetap harus mewaspadai potensi terjadinya penurunan harga saham kembali yang cukup signifikan jika rumor pasar tersebut belum teruji kebenarannya.

Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe berpendapat, kenaikan beberapa harga saham bank-bank kecil akhir-akhir ini cenderung lebih disebabkan oleh rumor pasar.

Terbaru, misalnya, induk perusahaan Shopee, SEA Group dikabarkan tertarik membeli PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), dan PT Bank Capital Tbk (BACA) yang kabarnya diincar oleh OVO.

Kiswoyo tidak menampik, jika banyak lembaga keuangan asing melirik bank-bank kecil untuk diakuisisi, mengingat saat ini dari sisi marjin bunga bersih / net interest margin (NIM), Indonesia masih yang terbesar di dunia di atas 3%.

“Saham bank kecil pergerakannya, rumornya lagi mencoba diakuisisi pihak asing. Perbankan di Indonesia saat ini NIM-nya tertinggi di dunia sehingga menarik bagi asing. Di luar negeri, NIM 3% saja susah,” katanya, kepada CNBC Indonesia, Rabu 17 Februari 2021.

Walau begitu, kenaikan yang terjadi belakangan ini patut dicermati investor. Karena, bisa dilihat dari sisi valuasinya, bank – bank kecil itu kurang menarik dan dari sisi fundamental belum tentu kuat.

“Price to book value/PBV 1 kali, tidak menarik, begitu ada isu akuisisi, yang masuk trader yang berspekulasi, beli duluan. Ketika isu dibantah ya bisa langsung drop lagi,” katanya.

Di sisi lain, jika bank bank kecil tadi masuk ke bank digital, saat ini belum ada perangkat yang bisa mengukur suatu valuasi bank digital di Indonesia.

Bila bank-bank konvensional sekelas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan valuasi 4-5 kali nilai buku sudah termasuk paling mahal, maka, untuk bank digital saat ini belum bisa disandingkan perhitungan valuasinya menggunakan skema PBV.

“Normal pakai PBV, bank digital belum ada yang memvaluasi di Indonesia,” kata dia. Sebelumnya, saham-saham bank mini melesat cukup kencang seperti PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) yang keduanya terbang 35% ke level Rp 108 per saham.

Ritel Borong BBTG, 2018 Pernah Kejadian Juga!

Harga saham PT Bank Ganesha Tbk atau BBTG kembali bergerak liar seperti kejadian dua tahun yang lalu saat dikabarkan akan dicaplok oleh PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA.

Saham ini bergerak liar karena Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sedang mencanangkan konsolidasi dan memperkuat modal inti perbankan.

Rencana OJK itu tentu saja membuat saham – saham bank kecil jadi incaran banyak investor, harapannya, setelah dicaplok oleh pemodal besar harga saham ini akan mengalami peningkatan karena akan terjadi valuasi ulang karena suntikan modal dari investor baru.

18 Februari 2021 pada pukul 10.00 WIB, saham BBTG melesat 16,67% ke harga Rp 126/unit. Nilai transaksi saham ini tercatat cukup besar mencapai Rp 33,14 miliar dengan volume 245,31 juta saham.

Investor ritel tercatat menjadi pembeli paling banyak. Ini tampak dari broker yang menjadi fasilitator pembelian.

Mirae Asset Sekuritas (YP) paling banyak sekitar 53,4 juta saham. Lalu ada Mandiri Sekuritas (CC) dengan volume pembelian 35,7 juta saham dan Indo Premier Sekuritas (PD) sekitar 20 juta saham.  Ketiga broker ini banyak digunakan oleh investor ritel untuk bertransaksi saham.

Bank Ganesha sempat disebut-sebut sebagai salah satu bank yang akan diakuisisi oleh BCA pada Agustus 2018. Namun kabar tersebut akhirnya terbantahkan karena BCA akhirnya memcaplok Royal Bank Indonesia dan Rabobank.

Presiden Direktur Bank Ganesga, Lisawati, pada waktu itu mengatakan tidak mengetahui isu tersebut.

“Kami belum tahu isunya (diakuisisi BCA), belum mengerti. Sampai saat ini belum ada aksi korporasi,” jelas dia saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 28 Agustus 2018.

Pada waktu itu, Bank Ganesha berencana mengembangkan sistem teknologi dan informasi (TI) pada 2018. Tujuannya, agar bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan fintech.

BGTG juga berencana menjalin kerja sama dengan fintech peer-to-peer lending (P2P) Investree. Untuk pengembangan IT BGTG mengalokasikan modal belanja (capital expenditure) Rp 25 miliar.

Dana capex ini juga akan digunakan untuk layanan aplikasi mobile banking bernama Bangga. Setelah rumor akuisisi BCA sirna, harga saham BBTG langsung ambles.

Tesla Lebih Pilih India Untuk Basis Produksi, Apa Kabar ANTM?

Saham PT Aneka Tambang Tbk atau Antam bergerak ke zona merah setelah tersiar kabar Tesla Inc semakin santer akan membangun pabrik kendaraan listrik di India.

Berdasarkan data Bloomberg, saham ANTM dibuka melemah 50 poin ke level 2.700 pada perdagangan hari ini, Kamis 18 Februari 2021. Dalam lima menit perdagangan, saham ANTM terpantau melemah 1,45 persen ke level 2.710.

Total transaksi saham ANTM di awal perdagangan mencapai 31,36 juta lembar dengan nilai transaksi Rp84,62 miliar. Investor asing tercatat mencetak net buy sebesar Rp19,65 miliar atas saham ANTM.

Diektahui, saham ANTM meroket pada tahun lalu seiring dengan kabar investasi Tesla di Indonesia. Tesla disebut sedang menjajaki peliang investasi karena Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia.

Mineral itu pun dibutuhkan dalam rantai produksi baterai dan juga kendaraan listirk, Namun, belakangan produsen mobil listrik milik Elon Musk Tesla Inc. tampaknya semakin positif memilih India sebagai basis produksi keduanya di Asia.

Bila benar terjadi, harapan Indonesia untuk mendatangkan Tesla terancam pupus. Beberapa waktu lalu, Tesla dikabarkan tengah mendekati tahap akhir untuk mencapai kesepakatan memproduksi mobil listrik di India.

Jika kesepakatan ini selesai diteken, maka Tesla akan memiliki 3 basis produksi yakni di Amerika Serikat, China, dan India.

Menteri Negara Bagian tersebut mengatakan Tesla memilih Bangalore di negara bagian Karnataka sebagai pabrik pertamanya di India.

Pemilihan Bangalore sendiri tidak terlepas dari kawasan ini yang dikenal sebagai hub kendaraan listrik dan sumber talenta manufaktur.

Bangalore atau Bengaluru merupakan kota ketiga terbesar di India dan dikenal sebagai Silicon Valley Asia karena banyak perusahaan teknologi berkantor pusat di kota tersebut.

Berdasarkan sumber internal yang mengetahui kesepakatan ini, Tesla telah bernegosiasi dengan pemerintah setempat selama 6 bulan terakhir.

Dan ternyata, banyak investor yang sudah menaruh kepercayaan kepada Tesla dengan membeli saham dari ANTM. Kalian ada yang nyangkut juga tidak?

Saham Kalian Nyangkut? Yuk Gunakan Cara Ini

Apa sih maksudnya saham nyangkut? Kenapa bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan jika sudah nyangkut di saham?

Saham nyangkut artinya saham yang berada di dalam posisi rugi. Dikatakan nyangkut karena investor pemilik sahamnya tidak rela menjual sahamnya yang sedang berada di posisi rugi, dikarenakan kerugiannya yang relative besar.

Saham nyangkut sering terjadi pada investor pemula dan seringkali disebabkan karena kelalaian dalam membatasi kerugian pada saham yang bergerak di luar ekspektasi.

Perlu diketahui bahwa membatasi risiko adalah sebuah hal yang penting dan lebih penting dibandingkan dengan mengejar keuntungan.

Walau begitu, masih banyak investor yang mengabaikan pembatasan risiko. Fenomena menyangkut juga bukan hanya terjadi pada trader dan investor pemula.

Para investor tidak selalu memproses informasi secara benar dalam mengambil sahamnya sehingga cenderung membuat keputusan yang tidak optimal yang berujung pada nyangkut.

Nyangkut juga bisa terjadi ketika investor tidak siap menerima kerugian di luar batas risiko yang bisa diterimanya, dengan kata lain menaruh porsi terlalu besar.l

Ada sebuah fenomena finansial yang dinamakan Disposition effect, yaitu ketika investor tidak mau mengakui kekalahan ketika saham yang dibelinya turun.

Perilaku ini juga dikenal dengan nama get even it is yang juga menerangkan kenapa investor yang nyangkut cenderung tidak mau menjual sahamnya. Ada beberapa tindakan sederhana yang bisa kalian lakukan jika sedang berada di posisi nyangkut.

1.Cut Loss

Cut Loss

Cut loss jelas merupakan keadaan yang dibenci oleh investor saham, siapapun pasti tidak rela untuk cut loss.

Karena, tujuan awal setiap orang untuk membeli saham adalah bgisa mendapatkan untung saat menjualnya kembali.

Namun sayangnya, kadang pasar tidak selalu bergerak mengikuti harapan kita, sebagus apapun dasarnya, kadang saham yang dibeli malah turun terus, sehingga posisi kita mulai loss.

Cut loss sebaiknya dilakukan ketika terjadi technical rebound atau harga naik sementara. Seharusnya kalian sudah siapkan cut loss jauh sebelum saham kalian nyangkut.

Namun ketika saham kita terlanjur nyangkut, sebaiknya tunggu ketika memngalami rebound. Setelah Cut Loss, kemudian kalian bisa mencari saham lain yang lebih baik (switching) dan membuat portofolio saham yang baru (reposisi).

2.Switching Saham

Switching Saham

Switching saham perlu kalian lakukan jika saham yang nyangkut sedang berada dalam tren turun yang sangat buruk, Fundamental atau dasar yang tidak baik dan sulit untuk pulih dalam waktu dekat.

Dalam investasi saham waktu adalah komponen yang sangat penting. Jika kalian tidak melakukan switching, kalian akan kehilangan kesempatan.

Jika pemulihan saham membutuhkan waktu bertahun – tahun, lebih baik beralih ke saham lain untuk mencari potensi keuntungan yang lebih baik.

Jika kalian mendapati sedang nyangkut di saham berfundamental buruk, sebaiknya segera cari saham lain yang olebih baik.

3.Average Down

Average Down

Selain strategi switching atau menukar dengan saham lain, jika saham nyangkut, kalian bisa melakukan average down.

Langkah average down ini biasanya diambil jika saham yang sedang turun tidak searah dengan fundamental perusahaannya yang malah semakin bagus.

Dalam melakukan langkah ini, kalian perlu memastikan bahwa tujuan kalian melakukan average down adalah untuk menambah porsi investasi kalian.

Dan kalian juga harus memastikan bahwa perusahaan dari saham yang kalian miliki mempunyai fundamental yang kuat.

Average down bisa kalian lakukan dengan memperhitungkan grafik teknikalnya agar mendapatkan harga terbaik untuk average down.

Itulah beberapa tips yang bisa kalian lakukan jika saham kalian nyangkut. Semoga bermanfaat.

Hindari Hal Ini Kalau Gak Mau Sahammu Nyangkut

Saham yang nyangkut bukan lagi sesuatu yang baru di dunia pasar modal. Apalagi, jika kalian merupakan pemula.

Nyangkut ini juga bisa terjadi saat investor tidak siap menerima kerugian di luar batas risiko yang bisa diterimanya.

Jika kalian mendapatkan sedang berada di posisi nyangkut, janganlah berspekulasi. Kalian sebaiknya tidak mengambil keputusan tanpa dasar baik itu cut loss, switching, atau average down. Seorang investor saham harus tahu apa yang perlu ia lakukan.

Ada beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk menghindari nyangkut kembali di saham pada transaksi berikutnya.

1.Pertajam Kembali Analisis Kalian

Pertajam Kembali Analisis Kalian

Pengalaman merupakan hal terpenting yang menimpa seorang investor. Dengan adanya pengalaman bertransaksi dan mengamati pergerakan harga saham, maka kalian pun bisa semakin tajam analisisnya.

Ada 3 jenis analisis yang bisa kalian perdalam tekniknya dalam memilih saham, yaitu analisis teknikal, fundamental, dan analisis Money Flow atau bandarmologi.

Dengan mempertajam analisis kalian sejalan dengan pengalaman, maka kalian bisa meminimalisir risiko nyangkut pada transaksi berikutnya.

2.Batasi Risiko

Batasi Risiko

Trading ada kalanya memberikan keuntungan, ada kalanya juga memberikan kerugian. Jadi, jangan berasumsi bertransaksi saham pasti akan untung terus.

Kalian harus segera memasang batas stop loss untuk meminimalisasi risiko kerugian yang bisa timbul kapan saja.

Pentingnya trailing stop untuk menentukan stop loss adalah agar modal kalian terproteksi dan tidak tergerus saat saham yang kalian transaksikan terus menurun.

Ada baiknya pasang sabuk pengaman untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Karena saham yang kalian transaksikan adalah sepenuhnya tanggung jawab kalian.

Nyangkut bukan berarti saham kalian jelek. Cek lagi kondisi teknikal dan fundamentalnya. Dengan kalian mengenali saham nyangkut yang kalian pegang, kalian bisa menentukan langkah yang tepat untuk menyikapi saham tersebut.

Itulah beberapa tips yang harus kalian tahu sebelum kalian membeli sebuah saham dan untuk menghindari kerugian yang besar.

Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi kalian yang saat ini merupakan pemula di pasar modal.

SIMAK CARA BERMAIN SAHAM ONLINE GRATIS AGAR TIDAK SALAH LANGKAH

Masih menjadi pemula dalam permainan saham? Tidak masalah, karena tidak ada kata terlambat untuk terjun masuk ke dalam dunia saham. Melakukan investasi adalah hal yang sangat penting sebetulnya, karena dapat menunjang kehidupan kamu di masa depan. Disaat orang lain yang tidak bermain saham, mereka kebingungan dengan pendapatannya di masa tua. Tetapi untuk kamu yang memang sudah bermain saham sejak dini, sudah memiliki tabungan yang nominalnya itu tidak akan terasa. Membeli saham dengan cara online merupakan cara yang mudah, sehingga car aini direkomendasikan untuk para pemula dalam bermain saham. Selain itu juga terdapat beberapa keunggulan yang dapat dirasakan dalam membeli saham secara online.

Beberapa keunggulan yang bisa didapatkan dari membeli saham dengan cara online itu seperti, waktu yang terpakai lebih hemat, harga yang didapatkan bisa lebih murah, dan transaksi saham yang dilakukan itu lebih cepat. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang ternyata berdampak juga pada transaksi saham, dimana sekarang ini sudah dapat dilakukan dengan online melalui pc atau pun laptop. Terdapat aplikasi yang sudah disediakan untuk membeli saham dengan cara online, yang biasanya digunakan di broker dengan memberikan banyak kemudahan untuk para penggunanya. Untuk para investor pemula yang akan memulai berinvestasi dengan membeli saham dengan cara online, simak ulasannya berikut ini tentang cara bermain saham online gratis. Jangan sampai kelewatan!

1.Memilih Broker Saham

Memilih Broker Saham

Sebelum kamu akan melakukan transaksi saham, maka yang kamu lakukan adalah dengan memilih serta menentukan broker sahamnya. Terdapat banyak broker yang disebut dengan Anggota Bursa, dimana mereka adalah member dari BEI atau Bursa Efek Indonesia. Jadi bagaimana cara memilih broker yang tepat untuk membeli saham yang memang mempunyai banyak keunggulan di dalamnya?

Karena broker – broker tersebut sduah terdaftar di BEI atau Bursa Efek Indonesia maka sudah dapat dipastikan kalau perusahaan tersebut memiliki financial yang baik untuk dapat melakukan investasi saham. Sebab untuk bisa terdaftar di BEI itu memang syaratnya adalah modal minimum yang harus terpenuhi berdasarkan ketentuan OJK. Pilihlah broker yang mempunyai aplikasi saham online baik serta dapat diandalkan.

2.Membuka Rekening Saham

Membuka Rekening Saham

Jika kamu sudah memilih dan menentukan broker yang memang tepat untuk melakukan transaksi saham, maka hal yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah dengan membuka rekening saham. Apakah cara yang satu ini dapat dilewat atau tidak lakukan, tentunya tidak bisa. Karena langkah dalam membuka rekening saham itu hukumnya memang wajib untuk dilakukan dan jangan sampai terlewatkan. Karena agar kamu bisa melakukan transaksi saham tersebut, memerlukan langkah membuka rekening saham.

Bila broker yang kamu pilih tersebut memang bagus, di dalamnya terdapat fasilitas pembukaan rekening dengan cara online. Disitu kamu hanya perlu mengisi formulir pembukaan rekening dengan cara online serta mengirimkan dokumen yang sudah diisi tersebut bila sudah ditandatanngan.

3.Membuka Rekening Dana Nasabah

Membuka Rekening Dana Nasabah

Melakukan pembukaan rekening saham yang berada di broker, juga jangan lupa untuk melakukan pembukaan Rekening Dana Nasabah atau RDN. Disaat kamu membuka rekening saham yang sebelumnya itu, kamu dapat melakukan jual beli saham. Tetapi bila RDN itu merupaka rekening khusus yang memang dibuat oleh bank, dengan kegunaan menyimpan dana dari transaksi jual beli saham.

Bila melakukan setoran modal yang diperuntukan untuk transaksi saham serta hasil penjualan dari saham itu akan di simpan di RDN. Walapun kamu sudah membuat rekening saham, bila RDN belum dibuat maka tetap saja kamu tidak dapat melakukan transaksi saham.

Itulah beberapa cara bermain saham dengan cara online agar tidak salah langkah.

Kurs Rupiah Menguat, Yuk Cuan di Saham Ini

Nilai tukar rupiah di pasar berhasil bertengger pada level Rp 13.895 per dolar Amerika Serikat di akhir perdagangan Rabu 6 Januari 2021.

Hal ini membuat Rupiah menguat 0,14% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 13.915 per dolar AS.

Ambil Untung di Saham Saat Rupiah Menguat

Ambil Untung di Saham Saat Rupiah Menguat

Analisis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai penguatan rupiah ini akan menguntungkan bagi emiten-emiten yang bisnisnya bergantung pada impor.

Ia bilang bahwa penguatan rupiah ini akan menekan sejumalh biaya bahan baku emiten tersebut menjadi lebih murah.

Ada pula emiten dari sektro farmasi yang menadah untung dari perkasanya Rupiah ini seperti PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF).

Kemudian di sektor pakan ternak emiten-emiten yang bisa diuntungkan ada PTJapfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

“Penguatan rupiah akan menekan biaya bahan bakunya menjadi lebih murah,” kata Sukarno pada 6 Januari.

Selanjutnya, emiten dari sektor otomotif seperti Astra International Tbk. (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) pun turut memperoleh angin segar dari melemahnya dolar AS. Sebab, bahan-bahan atau spare part-nya merupakan barang impor.

Kemudian, sambung Sukarno industri ritel seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Erajaya Swasembada (ERAA), dan Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga mengalami keuntungan karena harga jual produknya menjadi lebih fleksibel.

“Begitu juga dengan emiten konstruksi juga diuntungkan seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT),” tambah Sukarno.

Yang jelas, sambungnya, di tengah penguatan nilai tukar rupiah maka kinerja dari emiten-emiten itu akan lebih baik dan margin keuntungannya bisa meningkat.

Dengan begitu, ia melihat saham-saham tersebut memiliki prospek yang lebih menarik. Terlebih lagi untuk emiten farmasi yang juga terpapar sentiment positif dengan datangnya vaksin.

Walau begitu, Sukarno menyarankan pelaku pasar untuk tetap berhari-hari karena mayoritas harganya sudah naik siginifikan, namun tak menutup kemungkinan untuk bisa kembali menguat.

Ketika Penjudi Tertarik Bermain Saham

Saham merupakan tanda pembelian modal atas suatu perusahaan. Pembelian saham dilakukan dengan transaksi satu atau beberapa lot atas modal perusahaan yang sudah terdaftar di pasar saham. Dengan begitu, klaim pada pendapatan perusahaan tersebut bisa didapatkan oleh pembeli saham. Tidak sedikit orang sudah mulai ‘bangun’ dan menyadari bahwa bermain saham adalah investasi terbaik di zaman modern ini. Pasar saham mulai dipenuhi para pemuda generasi baru yang mulai bertransaksi meski dengan modal kecil.

Meskipun begitu, masih ada sebagian orang yang berpendapat bahwa saham adalah judi yang dilegalkan. Memang dalam pelaksanaannya, bermain saham identik dengan unsur gambling. Tapi hal ini kembali tergantung orang yang bermain, jika dia berpikir ini area judi dan melakukan semua transaksinya berdasarkan gambling tanpa analisa, jadilah area saham ini sama dengan judi.

Lalu, bagaimana jika kita bayangkan seorang penjudi yang gila gambling, pulang dari sebuah kasino dengan kekalahan yang menyakitkan. Lalu dia melihat iklan di billboard jalanan sepi yang menyebutkan bahwa saham adalah instrumen investasi terbaik hari ini? Dia tidak bisa menyembunyikan ketertarikannya akan hal itu, lantas dia merenung dalam hening. Dalam heningnya, dia bertengkar dengan pikirannya sendiri. Mampukah dia bermain saham? Pikirannya menjawab tidak. Kenapa? Pikirannya pun memberikan beberapa alasan yang akan kita ulas disini,

1.Nyali Yang Terlalu Nekad

Nyali Yang Terlalu Nekad

Kita tahu betul, bahwa kebanyakan karakter seorang penjudi mempunya nyali yang terbilang terlalu nekad. Terdapat dua sisi dalam setiap hal, artinya karakter nekad ini bisa menjadikannya untung atau buntung. Juga dengan nyali nekadnya mereka mendambakan keberuntungan yang tidak realistis tanpa mau pikir panjang sekedar memperhitungkan besar atau kecilnya resiko.

2.Anti Proses

Anti Proses

Dalam bermain saham, Proses adalah segalanya. Karena saham adalah investasi jangka panjang, maka hal ini bertolak belakang dengan kebanyakan dari mereka yang menginginkan segalanya instan. Tidak sabar menghadapi proses kenyataan bahwa uang yang mereka keluarkan tidak bisa berlipat ganda dalam waktu 30 menit. Disini kita melihat perbedaan mencolok cara bermain saham dan judi.

3.Malas Analisa Grafik

Malas Analisa Grafik

Kebiasaan buruk dengan mengikuti feeling tanpa analisa grafik yang baik membuat mereka bisa rugi besar. Karena dalam bermain saham, modal yang besar tidak selalu menjadi untung yang besar, analisa grafik yang jeli sebelum melakukan transaksi merupakan kunci yang sepertinya jarang dilakukan para penjudi.

Akhirnya setelah diberikan alasan bahwa dirinya tidak akan bisa bermain saham oleh pikirannya sendiri, dia pergi berlalu melepaskan pandangannya dari papan iklan tersebut. Dia melepaskan begitu saja ketertarikannya. Tidak tahu kenapa kali ini dia menyerah begitu saja pada pikirannya, padahal sebelumnya dia selalu menentang pikiran logisnya. Mungkin karena kekelahan judi yang sedang dia rasakan, mungkin juga ini menjadi pertanda baik bahwa dia akan mulai mengikuti pikiran logisnya. Mungkin, kita tidak akan pernah tahu.

Nah, tiga hal penting yang sering disepelekan diatas tadi, bisa menjadi bumerang kerugian bagi para pemain saham yang berkaratker seperti penjudi ataupun menganggap pasar saham ini sebagai area judi. Mungkin ada beberapa orang yang tidak setuju dengan ulasan diatas, tapi tidak apa apa, itu hal biasa. Perbedaan pandanganlah yang membuat kita bisa terus berproses menjadi manusia yang lebih baik. Lalu disinilah muncul pertanyaan terakhir,

‘Apakah anda sama dengan si penjudi?’ Hanya anda yang bisa menjawab