Apa itu Saham Blue Chip?

Posted by on June 19, 2020


Apa itu Saham Blue Chip? – Mungkin dari sebagian orang yang mulai bermain dalam investasi belum tahu apa itu saham blue chip? Nah bagi para investor pemula wajib mengetahui Saham Blue Chip.

Para investor senior tentunya ingin sekali mempunyai saham Blue Chip karena selalu memberikan keuntungan yang besar dan terus berkembang sampai saat ini. Yuk pelajari Apa Itu Saham Blue Chip?

Apa Itu Saham Blue Chip?

Saham terdiri dari berbagai jenis, jika dilihat dari nilai kapitalnya yang besar, maka saham tersebut dikategorikan sebagai Saham Blue Chip.

Saham Blue Chip bisas dikategorikan sebagai Perusahaan yang memiliki reputasi nasional dari sisi kualitas, keuangan, kemampuan dan kehandalan untuk menghadapi berbagai situasi ekonomi yang buruk ataupun yang baik.

Pada tahun 1923 – 1924, Oliver Gingold memperkenalkan istilah dengan nama blue chip, saat ia berada di bursa saham dan mengikuti perdaganan tersebut.

Oliver Gingold menggunakan istilah Blue Chip dari permainan judi poker, yang dimana Chip biru mempunyai nilai yang tertinggi. Dari pergerakan saham yang ia ikuti, merasa tertarik dengan transaksi saham yang harganya cukup fantastis dengan nilai $200 – $300 untuk 1 lembarnya. Semenjak dari itu, Saham Blue Chip semakin terkenal dan digunakan oleh beberapa pemain saham.

Selain dengan namanya Blue Chip, Saham ini juga memiliki nama lainnya seperti Big Caps atau Saham Unggulan.

Baca Selengkapnya: Keuntungan Saham Dan Obligasi

Ciri-Ciri Saham Blue Chip

1. Perusahaan Yang Sudah Di Akui Nasional

Ciri-Ciri Saham Blue Chip yang paling mudah dikenali dengan melihat profile perusahaan, Apakah saham perusahaan tersebut blue chip atau tidak. Perusahaan yang dikategorikan sebagai Blue Chip sendiri. Sudah beroperasi dari lama dan mendapatkan pengakuan secara nasional hingga global.

Perusahaan di Indonesia sendiri banyak yang bisa dibilang Blue Chip seperti PT Astra International, PT Unilever, PT Telkom, PT Perusahhaan Gas Negara, Dan Lainnya. Di Bursa Efek Indonesia sendiri sudah mengakui ada 45 perusahaan yang dikategorikan sebagai Blue Chip.

2. Angka Kapitalis Yang Besar Dan Sangat Liquid

Dari Profile Perusahaan kamu tentunya tahu kalau saham-saham blue chip sangatlah liquid karena aktivitas dari perdagangan tersebut.

Dengan saham yang begitu Liquid tentunya saham Blue Chip memiliki angka kapitalis yang sangat besar. Hal ini bisa kamu ketahui dari nilai jumlah saham yang beredar dengan harga saham terbaru yang sangatlah tinggi.

3. Rasio Hutang Dan Aset Stabil

Perusahaan yang dikategorikan sebagai blue chip mempunyai rasio antara hutang dan aset yang sangat stabil, bisa dilihat di sector perbankan yang memiliki DER (Debt To Equity Ratio) tidak lebih dari 15%.

Bukan hanya DER, sebuah saham blue chip juga memiliki perbandingan seperti ROE (Return On Equity) dan ROA (Return On Assets) yang tinggi. Hal tersebut bisa terlihat jika perusahaan mampu menghasilkan laba yang maksimal dari aset yang dimiliki.

4. Kinerja Yang Solid

Saham Blue Chip tentunya mempunyai kinerja yang solid itu terbukti karena selalu menghasilkan laba maksimal setiap tahunnya. Namun juga ada perusahaan yang dikategorikan Blue Chip yang mengalami penurunan kinerja karena daya beli dari masyarakat yang berkurang.

5. Konsisten Membayar Dividen

Tentunya perusahaan yang dikategorikan sebagai Blue Chip sangat konsisten membayar dividen setiap tahunnya ke investor-investor sahamnya.

Jika sebuah perusahaan mampu membayar dividen ke para investor dengan tepat waktu, membuktikan kalau perusahaan tersebut mampu menghasilkan laba yang sangat maksimal setiap tahunnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *